Kamis, 30 Juli 2009

Tuhan Itu Ada kok Kita Aja Yang gak ada


Pernahkah kita berpikir kalo dunia luar kita itu belum tentu ada? Semua yang kita lihat, kita rasa, kita cium, kita raba.. tidak lain adalah hanya rangsangan dari alat indera yang diteruskan ke otak dan diterjemahkan di sana.Buku yang kita baca, apakah benar2 bentuknya seperti itu?.. Bukankah itu cuma bayangan yang direfleksikan di otak? Ketika kita memegang buku itu, bukankah itu cuma rangsangan pada syaraf2 kulit kita?


Bagaimana seandainya kalo mata kita ditutup, kemudian kita diberi suatu alat pemberi rangsangan, diberi ke tangan kita dan tangan kita terasa panas. Kita langsung beranggapan tangan kita diberi api. Padahal waktu kita membuka mata, tidak ada api di sana. Otak kitalah yang menterjemahkan “rasa” api tersebut.Panas yang kita rasa belum tentu sama dengan panas yang orang lain rasa. Warna merah yang kita lihat belum tentu sama dengan orang lain. Tidak ada warna merah yang mutlak. Otak kitalah yang menerjemahkan semua rangsangan dari luar. Contoh lain seperti ini, 3 syaraf kita penglihatan, penciuman, dan perasa dicabut dari indera kita. Kemudian dihubungkan dengan alat tertentu yang dapat memberikan sinyal elektris. Sinyal2 ini kemudian diinterpretasikan oleh otak.. dan ternyata pusat penglihatan menemukan sebuah benda berwarna kuning bulat, pusan penciuman menerjemahkan sebuah aroma tertentu, dan pusat perasa mencicipi dan menyimpulkan kalo benda itu adalah jeruk.


Tapi… di mana jeruknya??.. itu kan cuma sinyal2 elektris.Kesimpulannya.. semua dunia luar itu tidak ada. Yang ada hanyalah PERSEPSI.. persepsi yang diciptakan secara kontinyu oleh sebuah kekuatan maha besar. Otak kita pun tidak lain hanya persepsi. Bagaimana mungkin sel2 otak yang terdiri dari asam2 amino dan protein memeiliki kelebihan khusus dalam menganalisa rasa, cahaya, memiliki rasa senang, bahagia, sedih. Si penerima itulah yang disebut “jiwa/ruh”, dan Si Pemberi sinyal, rangsangan, persepsi, dan bayangan itulah Allah Yang Maha Pencipta. Yang Dia ciptakan bukanlah benda atau materi, tapi yang Dia ciptakan adalah persepsi.. bayangan.Tidak ada materi yang mutlak. Semua hanyalah interpretasi dari otak kita. Kita tidak akan bisa menjangkau dunia luar yang sesungguhnya.

0 komentar:

Posting Komentar